Sebilah puing kisah yang masih tersisa
Sesekali mengingatkan saat masih utuh
Memori yang tak dapat terhapuskan secara mutlak
Terkadang menjadi hiburan kala lara
Meski pada dasarnya ini salah.
Terkadang ku rindu di masa lampau.
Masa di mana senyum yang masih benar seutuhnya
Harap yang sebenarnya penuh ketidakpastian
Namun aku rindu...
Rindu masa lampau ku..
Benarkah rindu ini terlarang
Biar saja Maha Rindu yang menilainya
Coretan Sederhana
Minggu, 18 Februari 2018
Jumat, 20 Desember 2013
CINTA KU YANG SEDERHANA
Bukan seperti mentari,,
Yang hanya mampu ada di siang hari
Bukan pula seperti bulan,,
Indah memang
Namun,,,
Hanya malam purnama saja ia kan sempurna
Bukan ibarat tiupan angin di tengah kegersangan gurun...
Bukan seperti hujan yang hadir bila telah masuk musimnya,,,
Bukan lukisan yang harus sempurna,,
Untuk menghasilkan nilai seni yang tinggi,,,
Cukup seperti nafas,,,,
Ya,,,
Hanya cukup ingin seperti nafas,,
Yang selalu di hela dalam semasa hidup
Irama cinta yang seperti irama setiap desah nafas kehidupan,,
Cukup seperti detak nadi di pergelangan tangan,,
Yang ritme nya mengikuti detak jantung semasa hidupnya
Tak butuh keistimewaan,,
Tak butuh kesempurnaan..
Dan tak pula mengemnal waktu
Selain satu waktu ,,
Yaitu,,
Saat di mana habis masa kontrak ku dengan Rabb ku
Dalam kefanaan dunia ini
Sesederhana itu aku ingin mengenal cinta
Sesederhana itu aku ingin miliki cinta
Dan,,,
Sesederhana itu aku ingin di miliki cinta.
Minggu, 17 November 2013
AJAKAN MU BUKAN BAHASA KU
Ajakan mu bukan bahasa ku,,
Kau lebih memaku pada ideologi mu,,
Segurat makna yang tidak tepat,,
Membangunkan keteguhan yang sempat tertidur,,,
Menciptakan siratan hasrat yang tak pernah terungkap,,
Ajakan mu bukan bahasa ku,,
Namun,,
Memupuk keanggunan yang nyaris hilang,,,
Menggelitik lalu ku yan sempat terabaikan,,,
Ajakan mu bukan bahasa ku,,
Seketika jutaan tanya menyeruak dalam benak,,
Mungkin kelak kan ada jawabnya,,
Atau,,,,
Justru hanya akan menjadi pertanyaan-pertanyaan kosong belaka..
Hhmmm,,
Waktu seakan begitu lihai mendalangi semuanya..
BELAI HUJAN MEMBUAI MIMPI
Mungkin ia tlah cukup puas membelai bumi
Sedari tengah hari hingga habis petang
Setiap hari,,
Nyaris tanpa terkecuali
Ia dengan begitu derasnya menyapa
Kini,,
Setelah ia pergi,,,
Tinggallah jejaknya yang merasuk tulang
Mendekap raga lewat kelembutannya
Membalut malam dengan eratnya
Memekat bersama dengan gelap yang kian melarut
Membuai khayal lewat mimpi-mimpi dalam lelap
Di setiap titik peraduan insan
JEJAK HUJAN
Seusai hujan puas lepas rindunya,,,
Semua pun nampak elok,,,
Rerumputan bersorak ria,,,
Dedaun nampak bugar dirasanya..
Karena hujan tahu arti hadirnya,,
Arti hadirnya bagi pemijak bumi,,
Karena hujan tahu siapa yang merindunya,,
Rindu yang tak hanya imaji,,
Bukan hanya sekedadr rerumput
Dan dedaun yang memeluk rindu nya,,
Jiwa-jiwa yang tak berdosa pun menikmatinya,,
Bersenandung bersama percikan air,,
Kelak mungkin kan jadi sebuah cerita,,
Cerita yang mungkin tak pernah usang,,
Meski derainya sudah tiada deras,,
Namun hadirnya yang selalu meninggalkan jejak,,,
Jejak yang kian penuh arti tuk jagad ini..
Semua pun nampak elok,,,
Rerumputan bersorak ria,,,
Dedaun nampak bugar dirasanya..
Karena hujan tahu arti hadirnya,,
Arti hadirnya bagi pemijak bumi,,
Karena hujan tahu siapa yang merindunya,,
Rindu yang tak hanya imaji,,
Bukan hanya sekedadr rerumput
Dan dedaun yang memeluk rindu nya,,
Jiwa-jiwa yang tak berdosa pun menikmatinya,,
Bersenandung bersama percikan air,,
Kelak mungkin kan jadi sebuah cerita,,
Cerita yang mungkin tak pernah usang,,
Meski derainya sudah tiada deras,,
Namun hadirnya yang selalu meninggalkan jejak,,,
Jejak yang kian penuh arti tuk jagad ini..
Kamis, 07 November 2013
SAAT RINDU JADI DERITA
Di sudut kesunyian..
Terhampiri sepi menyentuh hati yang tiada henti mencari kerinduan..
Terlukiskan kebahagiaan yang masih misteri di antara tetesan embun pagi..
Mencoba tepiskan seluruh runtuian lara yang menderu jiwa dalam hati yang rindu..
Hingga ku coba pahatkan setiap hela nafas hampa ku,,
Di daun yang terlepas dari singga sananya.
Berharap terbawa hempasan angin,,
Berpetualang menyusuri ruang-ruang kehidupan,,
Yang tersembunyi di antara sela-sela hati insan.
Menelusup ke dalam lorong-lorong kehidupan,,
Yang terkadang sulit di fahami untuk di rindukan.
Berbaur di antara kerinduan-kerinduan yang tak pasti,,
Tak jarang hanya membangun perih dan sunyi.
Terkadang hujan memecah kan kaca di sudut mata kala rindu tak pernah pasti,,
Kala rindu ini menjadi sebuah derita.
Senin, 28 Oktober 2013
KETIKA PERPISAHAN HARUS TERJADI
Ini bukan persimpangan,,
Tapi ini akhir dari perjalanan yang di lalui,,
Tak ada celah untuk alternatif jalan lain.
Tiada runtuian kata yang dapat di dengar
Dari bibir mu untuk sebuah alasan.
Alasan dimana untuk ku coba mengerti,,
Hanya sebuah tatapan mata berbinar penuh arti
Dan belaian perpisahan yang ku terima.
Ketika waktu tak pernah izinkan tuk kembali,,
Hanya bayang semu yang mampu mengisi setiap khayal kala masih merindunya,,
Tangis perpisahan menjadi penutup kisah ini,,
Untuk di kemas sebgai masa lalu.
Ketika perpisahan ini harus terjadi,,,
Ego pun serasa tak punya arti,,
Langganan:
Postingan (Atom)