Minggu, 17 November 2013

AJAKAN MU BUKAN BAHASA KU

Ajakan  mu bukan bahasa ku,,
Kau lebih memaku pada ideologi mu,,
Segurat makna yang tidak tepat,,
Membangunkan keteguhan yang sempat tertidur,,,
Menciptakan siratan hasrat yang tak pernah terungkap,,



Ajakan mu  bukan bahasa ku,,
Namun,,
Memupuk keanggunan yang nyaris hilang,,,
Menggelitik lalu ku yan sempat terabaikan,,,



Ajakan mu bukan bahasa ku,,
Seketika jutaan tanya menyeruak dalam benak,,
Mungkin kelak kan ada jawabnya,,



Atau,,,,
Justru hanya akan menjadi pertanyaan-pertanyaan kosong belaka..
Hhmmm,,
Waktu seakan begitu lihai mendalangi semuanya..

BELAI HUJAN MEMBUAI MIMPI

Mungkin ia tlah cukup puas membelai bumi
Sedari tengah hari hingga habis petang
Setiap hari,,
Nyaris tanpa terkecuali
Ia dengan begitu derasnya menyapa
Kini,,
Setelah ia pergi,,,
Tinggallah jejaknya yang merasuk tulang
Mendekap raga lewat kelembutannya
Membalut malam dengan eratnya
Memekat bersama dengan gelap yang kian melarut
Membuai khayal lewat mimpi-mimpi dalam lelap
Di setiap titik peraduan insan

JEJAK HUJAN

Seusai hujan puas lepas rindunya,,,
Semua pun nampak elok,,,
Rerumputan bersorak ria,,,
Dedaun nampak bugar dirasanya..


Karena hujan tahu arti hadirnya,,
Arti hadirnya bagi pemijak bumi,,
Karena hujan tahu siapa  yang merindunya,,
Rindu yang tak hanya imaji,,


Bukan hanya sekedadr rerumput
Dan dedaun yang memeluk rindu nya,,
Jiwa-jiwa yang tak berdosa pun menikmatinya,,
Bersenandung bersama percikan air,,
Kelak mungkin kan jadi sebuah cerita,,
Cerita yang mungkin tak pernah usang,,


Meski derainya sudah tiada deras,,
Namun hadirnya yang selalu meninggalkan jejak,,,
Jejak yang kian penuh arti tuk jagad ini..

Kamis, 07 November 2013

SAAT RINDU JADI DERITA


Di sudut kesunyian..
Terhampiri sepi menyentuh hati yang tiada henti mencari kerinduan..

Terlukiskan kebahagiaan yang masih misteri di antara tetesan embun pagi..

Mencoba tepiskan seluruh runtuian lara yang menderu jiwa dalam hati yang rindu..

Hingga ku coba pahatkan setiap hela nafas hampa ku,,
Di daun yang terlepas dari singga sananya.

Berharap terbawa hempasan angin,,
Berpetualang menyusuri ruang-ruang kehidupan,,
Yang tersembunyi di antara sela-sela hati insan.

Menelusup ke dalam lorong-lorong kehidupan,,
Yang terkadang sulit di fahami untuk di rindukan.

Berbaur di antara kerinduan-kerinduan yang tak pasti,,
Tak jarang hanya membangun perih dan sunyi.

Terkadang hujan memecah kan kaca di sudut mata kala rindu tak pernah pasti,,
Kala rindu ini menjadi sebuah derita.